Kamis,
29 Januari 2015
Hidup = Terima &
Renungan
Terima saja jika hati yang kau perjuangkan sekarang telah dipangkuan
orang.
Terima saja jika raga yang kau peluk erat sekarang telah memeluk
orang.
Terima saja jika senyum yang kau harapkan sekarang telah dinikmati
orang.
Terima saja jika semua yang telah kau usahakan sekarang telah
disemogakan orang.
Terima saja…
Ambil nafas panjang, hembuskan pelan…
Ceritakan pada angin, pada langit, pada matahari, pada Tuhan.
Bahwa semua yang pernah kau lakukan telah dilakukan oleh orang yang bersama
dia.
Hirup saja aroma bahagianya, rasakan dan ikutlah bahagia.
Tuhan tidak pernah ingkar dengan janji-Nya.
Ambil nafas panjang, hembuskan pelan…
Bersyukurlah waktu pernah mempertemukanmu dengan dia.
Senyumlah yang lebar kenangan manis itu tidak akan pernah menjadi debu
yang sia-sia.
Tuhan selalu punya cara agar kau lebih dewasa.
Ambil nafas panjang, hembuskan perlahan…
Renungkanlah,
Bisa jadi orang yang sekarang telah bahagia bersamanya dulunya pernah
terluka sepertimu.
Bisa jadi juga orang yang sekarang telah menikmati angin cintanya
dulunya pernah berjuang hingga mat-matian.
Bisa jadi pula orang yang sekarang telah diatas puncak istananya
dahulunya pernah tersungkur sepertimu.
Hidup itu seperti roda, selalu dan akan tetap berputar hingga Tuhan
yang ingin menghentikannya.
Dewasalah dengan segala luka, obatilah dengan selalu berdoa kepada
Tuhan.
Karena tidak akan ada yang bisa dibanggakan dengan merebut kebahagiaan
orang.
Hanya hati yang tuluslah yang dapat mencintai secara diam-diam.
Teruslah untuk maju dan tunjukan bahwa hidupmu memang berkualitas.
Akui saja semua salahmu, dan bangun untuk manusia yang lebih baik
lagi.
Ingat, Tuhan selalu punya takdir yang beralasan.
Terimakasih telah bersedia tinggal dan akhirnya meninggalkan mimpi.
**Dari seseorang yang selalu menganggapmu “UCUP”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar