Rabu, 27 November 2013

Dia hadir untuk membantu seseorang yang sedang sulit untuk tertawa lepas , seseorang yang hanya bisa tersenyum tanpa rasa , seseorang yang tiba- tiba berjalan dengan perlahan , sesorang yang telah meneteskan air pengobat luka batinnya.
Tangan dia telah membantu menghapus air yang biasanya menetes di waktu sang sinar meredup, diwaktu sang sepi menyapa.
Dengan perlahan tapi pasti dia diam-diam mencuri kesempatan untuk membuat seseorang itu tertawa lepas dan  tersenyum dengan rasa .
Simpatik itu muncul dengan perlahan dan bertahap karena pada dasarnya semua membutuhkan proses.
Termasuk Sayang dan cinta , dua rasa yang beda tapi sama sama Indah.
Dan akan lebih indah lagi bila Si dia dan sesorang itu punya rasa yang sama.


**Tuan Victor :')

Jika keajaiban memang belum hilang

Aku ingin memelukmu suatu saat nanti

Meski dengan ikatan kita yang terbatas jarak

Akan selamanya terus ada

Dan kepingan bintang yang telah jatuh

Menyampaikan pesanku pada dirimu



**Kamis, 28 November 2013 - Masih Tanpa Kamu...

Minggu, 24 November 2013

Dalam benakku lama tertanam 
Sejuta bayangan dirimu 
Redup terasa cahaya hati 
Mengingat apa yang telah engkau berikan
Waktu berjalan lambat mengiring 
Dalam titian takdir hidupku 
Cukup sudah aku tertahan 
Dalam persimpangan masa silamku
Coba 'tuk melawan getir yang terus kukecap 
Meresap ke dalam relung sukmaku 
Coba 'tuk singkirkan aroma nafas tubuhmu 
Mengalir mengisi laju darahku 

Semua tak sama..
Tak pernah sama 
Apa yang kusentuh, apa yang kukecup 
Sehangat pelukmu.. 
Selembut belaimu 
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu
Apalah arti hidupku ini
 Memapahku dalam ketiadaan 
Segalanya luruh lemah tak bertumpu 
Hanya bersandar pada dirimu
Ku tak bisa, sungguh tak bisa  
Mengganti dirimu dengan dirinya

Sampai kapan kau terus bertahan
Sampai kapan kau tetap tenggelam
Sampai kapan kau mesti terlepas
Buka mata dan hatimu relakan semua..

*Padi - Semua Tak Sama



Kamu adalah rangkaian kata yang tak pernah berhasil aku ciptakan…
Kamu adalah cerita yang tak pernah bisa aku bagikan…
Kamu adalah sebuah rasa yang tak pernah cukup mamou untuk aku abaikan…

Rabu, 20 November 2013

Seseorang Yang Ku Sebut Ibu Tiri :)


Awalnya hanya perkenalan lewat kantor yang kecil.
Tak ada yang aku lihat kecuali terus ke arahn nya.
Duduk dibangku yang ku sebut dengan 'meja perjuangan' ..
Lucu kan ?
Aku memang selalu menamai tiap benda, biar ingat :)

Seseorang yang ngga tinggi-tinggi amat,
Seseorang yang tampangnya judes,
Seseorang yang kesannya sexy,
Dan seseorang yang hatinya seperti ibu tiri :)

Nofi, akrab disapanya teman-teman.
Tapi aku lebih memilih memanggil namanya Tantes...
Aneh kan? Ibu tiri kok dipanggil Tanes :p






Sudah ribuan hari aku mengenalnya,
Berbagi macam cerita dan kisah.
Hingga tanpa aku berbicarapun dia sudah mengerti,.
Aku bangga, semangatnya yang selalu menyemangati aku tiada redup.
Aku bangga ketika dia masih berdiri tegar padahal dia benar-benar berakhir.

Tantes, adalah orang pertama yang mencium aroma ku dengan kecap.
Tantes, adalah orang yang utama mendukung mati-matian bersanding dengan kecap.
Namun sekarang Tanteslah yang paling pertama menolak atas perjuanganku.

Aku mengerti apa yang Tantes sembunyiakan.
Ini memang terlihat kejam, tapi dia mau melindungiku.
Ingin melihatku tersenyumm :)


Terimakasih Tuhan telah mengirim Ibu Tiri yang tak lain adalah Malaikat :)







Aku lupa cara Tuhan mempertemukan kita.
Aku bahkan lupa cara kita saling menyapa.
Ah...tapi semua itu tak masalah untukku.
Hingga sekarang kamu semakin menjauh.



Hallo Tuan...
Bagaimana kabarmu ?
Masih nyaman dikota bersinarmu ya ?
Hingga tak mau keluar menuju arahku .

Hallo Tuan...
Yang sapaannya hangat ku sebut 'KECAP' .
Masih gemukkah kamu ?
Masih doyankah kamu dengan susu coklat ?

Hallo Tuan...
Aku merindukan dekap hangatmu...



*Si coklat besar dari kota kecil :)
Aku mulai merindukan NASI BUNGKUS !


Nasi bungkus dipinggir jalan yang dijual dengan bentuk yang sederhana menjadi saksi bisu kita.

Saksi kalau kita sama-sama doyan makan.

Saksi cerita tentang airmata kita yang jatuh.

Aku diam-diam mulai merindukan nasi bungkus, nasi yang masih hangat kita santap hingga tak tau kalau kita sudah menghabiskan 10bungkus :p

Hehehehe lucu kan? Kita lapar atau doyan?


Saat itu memang kita telah usai melepas semua beban.

Malam semakin malam dan akhirnya memilih tempat untuk makan.

Aku ingat betul pakaian yang kita kenakan.

Obrolan yang kita luapkan.

Bahkan makanan yang kita santap.

Semua telah menjadi kenangan, kenangan yang tak mungkin kita ulang.


Aku diam-diam mulai merindukan nasi bungkus.

Aku diam-diam mulai merindukan obrolan kita.

 Aku diam-diam mulai merindukan suasa malam itu.

Aku diam-diam mulai merindukan kita.

Merindukan mu,...



Yang kita alami tidak akan terulang kembali.

Yang kita rasakan tidak bisa ku tarik lagi.

Kamu sudah jauh.

Sudah pergi.

Sudah mati!!!

Aku merindukanmu kecap...

Aku merindukanmu...



*Dalam rindu yang dalam ada rasa lelah,
Dipelupuk mata hingga basah, Aku merindukanmu Kecap...


Rabu, 06 November 2013

Ku coba kuatkan hatiku,

Ku bangun dinding yang kuat,

Namun seketika runtuh,

Hanya karna seuntas bayangmu...



*Cuplikan lirik lagu Leluckies-Kembali...

Apakah Ini Balasan Dari Diamku???



Aku berjalan sendiri,
Menutupi air mata dengan senyumku,
Menghapus rasa lelahku karna luka ini dengan tawaku.

Aku yang pernah duduk di singgasanamu,
Aku yang pernah kamu beri arti,
Aku yang pernah kamu kuatkan dalam rapuhku,
Dan aku yang pernah mencicipi wanginya ragamu.

Aku terdiam sepi disini.
Bukan berarti aku lemah, aku salah.
Namun untuk bicarapun aku tak berhak.
Untuk berucap pun aku tak boleh.
Dan teriakan-teriakanku pun seolah hening ditelingamu...

Mas kecap,
Apa kamu terlalu tuli untuk mendengar jeritan hatiku?
Apa kamu terlalu bisu untuk menjelaskan semua yang terjadi ini?
Apa kamu terlalu bodoh untuk mereka rasuki?
Jawab mas...!!! Jawaaaabbb...!!!

Kamu nggak pernah tau kan bagaiman aku bertahan untuk rasa egoisku?
Aku lelah mas....Aku capek....
Biasanya ada kamu disin, mendengar banyak ocehan yang tersusun rapi lewat bibirku.
Biasanya kamu disampingku untuk memberi senyum kakumu...
Aku merindukan setiap aktivitas kita mas...
Aku rindu...

Apa aku salah? Berperang dan mencoba menghentikan RASAku agar keadaan KITA BAIK-BAIK SAJA???
Salah??? Coba bicaralah mas kecap...!!!
Aku sudah muak dengan keadaan ini,
Keadaan yang menbuatku terkurung untuk menujukan sisiku...
 


Minggu, 03 November 2013

Tahun Baru Islam ( Yang Lalu )



Sudah setahun dalam Tahun baru Islam kita kenal.
Inget banget saat itu kita karaoke sampai jam23:00,
Makan si SS ( Special Sambel ) sama teman temin.
Pulang kita berdua berhenti disuatu tempat yang sering aku lalui saat jadi staff. Hehehe
Indah sih, meski aku tau semuanya akan segera sirna diintip mentari.
Karena, rasamu hanya akan muncul ketika malam datang dan pergi ketika mentari terbit.
Aku tau akan sakit.
Namun ini jalan yang aku tempuh, jalan yang aku pilihkan.
Meski ditahun baru ini aku dan kamu tidak jadi satu lagi, tidak bisa menikati malam yang makin larut makin mengikat tubuh kita.
Aku harap kau ingat masa itu, masa dimana aku dan kamu menitih menjadi kita walau dalam berbeda.

Helo mas kecap,
Ini sengaja aku tulis untuk pengungkapan bisuku atas rasa bodohku bersanding denganmu.