Aku mulai merindukan NASI BUNGKUS !
Nasi bungkus dipinggir jalan yang dijual dengan bentuk yang sederhana menjadi saksi bisu kita.
Saksi kalau kita sama-sama doyan makan.
Saksi cerita tentang airmata kita yang jatuh.
Aku diam-diam mulai merindukan nasi bungkus, nasi yang masih hangat kita santap hingga tak tau kalau kita sudah menghabiskan 10bungkus :p
Hehehehe lucu kan? Kita lapar atau doyan?
Saat itu memang kita telah usai melepas semua beban.
Malam semakin malam dan akhirnya memilih tempat untuk makan.
Aku ingat betul pakaian yang kita kenakan.
Obrolan yang kita luapkan.
Bahkan makanan yang kita santap.
Semua telah menjadi kenangan, kenangan yang tak mungkin kita ulang.
Aku diam-diam mulai merindukan nasi bungkus.
Aku diam-diam mulai merindukan obrolan kita.
Aku diam-diam mulai merindukan suasa malam itu.
Aku diam-diam mulai merindukan kita.
Merindukan mu,...
Yang kita alami tidak akan terulang kembali.
Yang kita rasakan tidak bisa ku tarik lagi.
Kamu sudah jauh.
Sudah pergi.
Sudah mati!!!
Aku merindukanmu kecap...
Aku merindukanmu...
*Dalam rindu yang dalam ada rasa lelah,Dipelupuk mata hingga basah, Aku merindukanmu Kecap...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar